Haruskah Anarkis terhadap Orang “Sesat”?
Hatiku miris dan tersayat saat membaca kata demi kata artikel Tindak Anarkis Buat Aliran Sesat:
Walaupun umumnya masyarakat bisa bersabar dan menahan diri dari tindak anarkis, tetap saja kalau berbagai aliran yang meresahkan itu dibiarkan saja tanpa tindakan hukum, maka sulit untuk menghindari tindakan-tindakan sepihak itu.
Sulit? Aku jadi teringat sejarah. Khalifah Ali r.a. sulit menindak para pembunuh Utsman r.a., sulit menindak para penuntut-balas atas kematian Utsman, dan sulit pula menindak kaum Khawarij yang anarkis (lantaran terlalu keras dalam menuntut pemberlakuan syari’at berdasar Al-Qur’an). Akankah sejarah terulang? Akankah umat Islam kian terpecah-belah (ketika sebagian besar kaum muslimin tergolong lemah ekonominya, politiknya, budayanya, dll)?
Maka yang perlu dikerjakan sekarang ini adalah duduknya para ulama, wakil rakyat, pemerintah dan aparat penegak hukum serta unsur-unsur terkait. Intinya, perlu adanya sebuah kesepakatan dalam menyikapi munculnya aliran-aliran sesat itu.
Haruskah ada kesepakatan? Bagaimana kalau tidak tercapai kesepakatan? Bagaimana jika satu pihak memilih bersikap lembut sedangkan lainnya bersikap keras?
… tindakan anarki itu sulit dibendung. Sebab kita juga harus bijak untuk tidak asal menyalahkan mereka. Boleh jadi yang ada di kepala mereka adalah sebuah jihad untuk menghancurkan kebatilan. Karena mereka memandang bahwa aliran sesat itu merupakan sebuah upaya nyata untuk menghancurkan agama Islam. Maka, logika sederhananya adalah menghancurkan semua bentuk kegiatan aliran sesat itu.
Dengan logika sederhana yang mirip dengan itu pula orang-orang Khawarij membunuh Ali r.a. dengan mengatasnamakan jihad;. Beliau, yang bersikap toleran terhadap musuh beliau (dan memahami Al-Qur’an tidak secara tekstual belaka), mereka nilai kafir, sesat, dan menyesatkan.
Astaghfirullaah… Aku merasa berdosa, merasa tak berdaya menghadapi fenomena yang rumit ini…. Andai roh Ali r.a. (atau bahkan Rasulullah saw.) dapat melihat kita saat ini, tidakkah beliau menangis?
About this entry
You’re currently reading “Haruskah Anarkis terhadap Orang “Sesat”?,” an entry on nge-Blog Asyik
- Published::
- 12.4.06 / 11am
- Category:
- Muslim Moderat
- Tags:
- toleransi
1 Comment
Jump to comment form | comments rss [?]